Venezuela dan Surga yang Dirindukan

Pasokan Minyak ke Kilang AS Pascasanksi ... republika.co.id
(Foto by: Gharbanah.com/dok.net)

Oleh: Cipto 23

“Kami meminta agar tiada seorang pun ikut campur pada urusan dalam negeri kami
dan kami mempersiapkan diri untuk membela negara kami,” (Nicolas Maduro)

Christopher Columbus saat menemukan Venezuela pada tahun 1498 menyebutnya sebagai “Surga di Bumi”. Hal itu dikarenakan Venezuela merupakan salah satu negara pengekspor minyak paling besar yang mempunyai 300 milliar barel. Dibandingkan dengan negara Arab (226 miliar barrel) Iran (158 miliar barrel) dan Irak 142 miliar barrel), Sehingga mampu mensejahterakan rakyatnya. Terbukti pada masa kepemimpinan Hugo Chavez sejak 1999, rakyat Venezuela sangat dimanjakan dengan pangan, perumahan, transportasi dan kesehatan yang disubsidi.

Pasca ditemukannya Venezuela dengan kekayaannya yang melimpah, negeri dengan segudang minyak itu, barangkali kini hanya menjadi sejarah yang hanya bisa dirindukan dan mungkin pula berharap akan datang Hugo Chavez kedua. Karena kali ini, Venezuela menjadi tempat pertarungan dua kelompok besar dunia antara Rusia dan Amerika.

Di tengah pergulatan tersebut, Amerika semakin berani memasuki rumah tangga Venezuela. Donald Trump yang saat ini memimpin negara “sentral” kapitalis secara tegas menolak Nicolas Maduro sebagai Preseiden yang sah menurut aturan yang berlaku di Venezuela, dan parahnya Amerika mengakui pimpinan oposisi, Juan Guaido sebagai pemimpin di Venezuela. Tindakan Amerika semakin menjadi-jadi karena Spanyol, Inggris, Perancis dan negara Uni Eropa juga mengikuti jejaknya.

Maduro sebagai Presiden yang sah mempertanyakan sikap dari negara Uni Eropa yang memaksa untuk mengadakan pemilihan Presiden lagi. Maduro malah balik mengancam Amerika dan kawan-kawannya lebih-lebi Donald Trump dengan mengatakan, “Donald Trump akan meninggalkan Gedung Putih dengan berlumur darah, jika turut ikut campur urusan Venezuela”.

Terlepas dari jabatannya sebagai Presiden, Sikap beraninya Maduro rupanya mendapat dukungan dari kelompok “sentral” sosialis; Vladimir Putin yang pada saat ini menjadi pemimpin di Rusia. Putin secara tegas mengakui Maduro sebagai pimpinan yang sah dan siap membantu Maduro agar tetap menjadi Prrsiden Venezuela.

Dengan ikut campur dua kerajaan besar dunia secara intens dapat disimpulkan bahwa Venezuela merupakn tempat baru pertarungan antar dua “kerajaan” besar dunia. Dimana Maduro sebagai tangan Rusia dan Guaindo tangan dari Amerika. Pertarungan ini menyebabkabkan krisis kemanusian, ekonomi, kesehatan dan masih banyak lagi. Jika pertarungan dua kerajaan ini tak cepat diselesaikan maka negara yang dikatakan ‘Surga di Bumi’ akan menjadi ‘Neraka di Bumi’.

Berbagai krisis di Venezuela selalu menyalahkan antar kelompok, Amerika menyalahkan Maduro atas krisis yang terjadi di Venezuela dan Rusia menyalahkan Amerika karena Amerika dianggap pencetus konflik yang terjadi di Venezuela. Lalu siapakah yang benar-benar salah? Penulis sepakat dengan yang dikatakan Maduro “Kami meminta agar tiada seorang pun ikut campur pada urusan dalam negeri kami dan kami mempersiapkan diri untuk membela negara kami,” dengan tidak adanya campur tangan dari luar mungkin konflik dan krisis kemanusian tidak separah saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here