Vanessa Angel dan Narasi Tentang Tahun 2018

Vanessa Angel dan Narasi Tentang Tahun 2018
(ilustrasi Foto by: gharba.com/doc/AN)

Oleh: Nolhe

Tahun 2018, adalah tahun dimana awal mula narasi kehidupan bangsa ini seolah ditentukan kala itu. Kombinasi antara kenyataan dan khayalan begitu samar di hadapan mata kita. Identitas kelompok dan juga identitas personal sangat tipis perbedaannya, sehingga yang terjadi masyarakat kita berada dalam ketakutan dan kekhawatiran antara tetap bertahan dan hilang tanpa alasan.  

Barangkali ingatan kita masih cukup kuat untuk melihat kembali peristiwa di tahun 2018 lalu, sedikitnya ada 4 peristiwa besar yang bisa kita ingat di tahun lalu.

Pertama, pada Senin 15/1/2018 Selasar Bursa Efek Indonesia (BEI) di kawasan bisnis SCBD Jakarta mengalami ambruk. Musibah itu cukup sukses membuat kekagetan hati masyarakat Indonesia dan sekaligus mengawali tahun 2018 dengan sempurna.

Kemudianpada, 9/5/2018 terjadi kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Bermula dari makanan yang akan diberikan pihak keluarga kepada tahanan yang harus melalui pemeriksaan dari petugas. Akibat dari kerusuhan itu, kematian pun tak teraklakkan.

Selang beberapa hari dari kerusuhan Mako Brimob, tepatnya pada, 13-14 Mei 2018 terjadi Pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.  Kejadian itu diduga masih serangkaian dengan kerusuhan yang terjadi sebelumnya.

Kali ini mulai menyasar pada rumah-rumah ibadah yakni, Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan, kurang lebih 25 orang harus kehilangan nyawa, Tribun.com (15/5/2018).

Selanjutnya, menjelang akhir tahun 2018 lagi-lagi Indonesia mengalami duka yang makin mendalam, kurang lebih 2.113 orang meninggal dunia akibat terjadinya Gempa dan Tsunami di Palu-Donggala pada 28 September 2018. Kejadian itu menyita banyak perhatian dari berbagai belahan nusantara bahkan dunia. Dan seketika itu pula aksi solidaritas dari berbagai elemen masyarakat muncul atas nama kemanusiaan.

Belum lagi Pesawat yang jatuh, dan juga kasus hoaxs Ratna Sarumpaet yang sekaligus menjadi bukti betapa negeri kita tercinta ini sedang berada dalam goncangan kejiwaan yang begitu mengkhawatirkan, yang kesemuanya itu adalah kombinasi antara kenyataan dan khayalan.  

Akhirnya, apa yang harus kita lakukan? Sedangkan narasi di tahun 2018 masih banyak yang tercecer, dan kali ini kita sudah masuk di tahun 2019 dimana segala bentuk harapan dan permohonan dipanjatkan menyertai kembang api yang menyala di malam pergantian tahun baru.

Barangkali ini adalah awal tahun yang lahir dari separuh kegetiran dan rasa cinta kita pada negeri ini.

Jika Vanessa Angel mau dibayar 80 juta, tapi harus bekerja dengan melepas idealismenya, maka kita akan melepas segala macam idealisme ini, tapi, demi keharmonisan dan kesatuan Bangsa dan Negeri kita tercinta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here