Ujang Komarudin Menilai GARBI Disiapkan Untuk Menjadi Partai Politik Baru

Ujang Komarudin Menilai GARBI Disiapkan Untuk Menjadi Partai Politik Baru
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. (Foto: gharba.com/doknet)

Gharba.com – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai GARBI yang digagas Anis Cs disiapkan untuk menjadi sebuah partai politik baru.

Anis Matta seorang politisi, ia tidak akan berdiam diri. Meski ia sekarang sudah tersingkir dari barisan PKS akan tetapi ia tak ingin karir politiknya mandek begitu saja.

“Saya meyakini bahwa Anis Matta tidak diam diri. Dia seorang politisi tentu karir politiknya ingin muncul lagi, ingin naik lagi, ingin memberikan kontribusi juga kepada bangsa,” Ujar Ujang.

GARBI memang menunjukkan pergerakannya yang progres bahkan sekarang GARBI sudah memiliki kepengurusan tingkat daerah. Ini merupakan awal renaisans bagi Anis dan loyalisnya yang tersingkir dari PKS, dengan gerakan arah barunya untuk membawa kepentingan politiknya.

Sejauh ini GARBI hanya sebagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), akan tetapi dengan orang-orang cerdik penggerak GARBI, sangat mungkin GARBI akan meleset menjadi sebuah partai politik.

Ujang menerangkan bagaimana pola yang sama pernah dilakukan oleh Partai NasDem dan Perindo. Kedua partai tersebut awalnya adalah ormas. Seiring berjalannya waktu kedua ormas yang masing-masing dipimpin Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo itu menjadi partai politik.

“Jadi sebenarnya ormas ini pra, pra mereka membuat gerakan suatu saat nanti bisa menjadi partai politik,” ujarnya.

Menurut dosen Universitas Al-Azhar Indonesia itu, bila sebatas ormas, GARBI nantinya tak bisa berbuat banyak dalam kancah politik nasional. Karena mau diakui atau tidak, perjuangan politik di Indonesia memerlukan wadah berupa partai.

Ujang juga mencontohkan seseorang yang ingin masuk dalam DPR atau DPRD harus melalui partai politik. Sehingga, GARBI memiliki arah menjadi partai untuk menampung gagasan Anis Cs yang sudah tak tersalurkan di PKS.

“Sangat wajar ketika aspirasi kelompok mereka (Anis Matta Cs) tidak pernah terpenuhi di internal PKS, maka membuat gerakan tersendiri,” jelasnya. (Pun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here