Survei CSIS Tunjukkan Hasil Menakjubkan, Andre Rosiade; Aparatur Negara Pilih Prabowo Bukan Presiden Jokowi

Survei CSIS Tunjukkan Hasil Menakjubkan, Andre Rosiade; Aparatur Negara Pilih Prabowo Bukan Presiden Jokowi
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. (gharba.com/Dok.net)

Gharba.com – Survei CSIS memperlihatkan hasil elektabilitas para capres di kancah PNS dan Guru. Hasilnya, Prabowo lebih unggul dari pada Jokowi di kalangan PNS. Hasil tanggapan tersebut langsung di tanggapi oleh Fadli Zon yang menilai bahwa PNS sudah faham bahwa Jokowi telah gagal mewujudkan pemerintahan yang bersih.

“PNS paling tahu bahwa praktik pemerintahan banyak yang tidak beres. Mereka tidak bisa dikelabui. Kita lihat saja di Kementerian Agama dan di Kementerian lain. Pemerintah Jokowi gagal menciptakan (Pemerintahan yang bersih) Clean governmen dan kepemimpinan yang benar,” kata Anggota Dewan Pangarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga ini kepada wartawan, (29/3).

Survei tersebut dilakukan oleh CSIS pada preode 15-22 Maret 2019. Margin of error survei ini plus-minus 2,21 persen dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil survei di kalangan PNS dan guru, Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh 33,7 persen suara guru-PNS, sedangkang Prabowo-sandiaga meraih 48,2 suara Guru-PNS.

“Menurut saya bukan hanya bukan guru dan PNS, emak-emak juga demikian, sebagian besat rakyat Indonesia pasti ingin ada perubahan. Jokowi sudah diberikan kesempatan lima tahun untuk memperbaiki keadaan, tapi nawa cita menjadi nawa duka. Menurut saya yang terjadi adalah kegagalan dan kemunduran, bukan kemajuan,” ujar Fadli Zon.

Bukan hanya Fadli Zon yang angkat bicara, akan tetapi Juru Bicara BPN Andre Rosiade juga menanggapi bahwa hasil survei guru dan PNS yang sudah di jelaskan diatas itu menandakan bahwa aparatur negara tidak mendukung presidennya sendiri. Padahal gaji PNS sudah dinaikkan oleh Presiden Jokowi.

“Maka logikannya, PNS dukung Pak Jokowi, akan tetapi PNS memilih pak Prabowo. Itu karena PNS sehari-harinya bekerja menjadi aparatur negara merasa Pak Jokowi kurang mampu menjalankan kepemimpinan negara. Saya rasa PNS adalah pemilih yang rasional,” pungkasnya.(RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here