Siti Hediati Hariadi Mengunjungi Guru Kunci Gunung Merapi

Sebenarnya warga (yang berada di radius 3 kilometer dari puncak merapi) tidak perlu mengungsi.
Titiek Sorharto saat membagikan sembako kewarga. di kecamatan Cangkringan Sleman.

 

Siti Hediati Hariadi mengunjungi kawasan lereng merapi Kecamatan Cangkringan Sleman, Yogyakarta Minggu (3/6/2018). Perempuan yang akrap disapa dengan sebutan Titiek Soeharto ini meminta kepada warga untuk memintak kewaspadaan terhadap kemungkinkan timbulnya bencana. Dalam kesempatan ini Titiek Sorharto juga menyempatkan diri bertemu dengan guru kunci Merapi, Mas Kliwon Sukarso Hargo (asih).

“Saya berpesan warga selalu waspada. Kalau ada pengumuman dari pemerintah, harus diikuti. Mudah-mudahan erupsi tidak terjadi lagi”, katanya.

Terkait peningkatan status Gunung Merapi dari level normal kewaspada, Titiek Sorharto sendiri berpesan agar warga selalu waspada dan hati-hati. Yakni selalu mengingukit setiap pengumuman pemerintah atau pihak berwenang sebagai pihak yang paling tau dengan kondisi Merapi.

Sementara guru kunci Gunung Merapi, Kliwon mengakui banyaknya warga lereng Merapi yang masih trauma dengan peristiwa erupsi tahun 2010. Hal itu membuat mereka ketakutan sehingga banyak yang bolak-balik mengungsi saat terjadi erupsi beberapa waktu belakangan ini.

“Sebenarnya warga (yang berada di radius 3 kilometer dari puncak merapi) tidak perlu mengungsi. namun takut suara gemuruh, ahirnya mereka mengungsi. Mungkin mereka trauma dengan peristiwa tahun 2010. Ini wajar, saya berharap ini bisa menjadi peringakatan agar warga lebih waspada dan selalu ingat tuhan,”ungkapnya.

Dalam pertemuan dengan warga ini Titiek Sorhartomemberikan bantuan 800 paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban yang dirasakan masyarakat. Pungkasnya {}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here