Rejomulia: Lawan Hoax, Lawan Politisasi SARA Demi Pemilu Damai dan Berintegritas

Rejomulia: Lawan Hoax, Lawan Politisasi SARA Demi Pemilu Damai dan Berintegritas
Para Pemateri seminar "Pemilu Damai, Berintegritas Tanpa Politisasi SARA dan HOAX." Foto. Gharba.com

Gharba.com – Menyikapi kabar hoax yang berpotensi memecah belah kerukunan warga negara menjelang Pemilu 2019, Rejomulia (Relawan Jokowi Kiyai Ma’ruf AminUntuk Kemuliaan Indonesia) mengadakan seminar yang bertajuk “Pemilu Damai, Berintegritas Tanpa Politisasi SARA dan HOAX”. Mengantisipasi isu sara dan kabar hoax demi terlaksananya Pemilu yang damai dan bersih merupakan langkah awal menuju bangsa yang harmonis.

Acara yang dihadiri oleh kalangan pemuda dan mahasiswa ini berjalan begitu meriah, dengan diawali do’a perdamaian dan dilanjut untuk semua peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara yang bertempat di Hotel Moseum Batik Yogyakarta, Kamis malam (25/10) ini juga mendatangkan pembicara yang memang kompeten dibidang politik.

Membendung isu sara dan kabar hoax yang rentan terjadi karena semakin mudahnya akses informasi, memang perlu adanya penyadaran akademis kepada masyarakat termasuk anak muda yang notabene aktivitasnya tak lepas dari sosial media. Apalagi bagi kalangan pemuda yang baru pertamakali ikut dalam Pemilu tahun 2019 perlu pemahaman agar tidak terjebak pada isu sara dan kabar hoax.

Zuly Qodir selaku pemerhati politik mengatakan kalangan politisi, pemuda dan mahasiswa tidak boleh gampang terprovokasi begitu saja dengan perkembangan berita di media sosial yang kebenarannya masih perlu dipertanyakan.

“Isu sara dan kabar hoax sangat berpotensi menyerang psikologi pemilih, apalagi pada Pemilu 2019 pemuda sangat mendominasi jumlahnya dari golongan tua. Jadi pemuda harus kritis dan pintar menyaring informasi demi tercapainya pemilu yang damai dan berintegritas” tegasnya.

Widihasto Wasana Putra selaku mantan Aktivis Gerakan sangat mendukung kegiatan semacam ini dengan tujuan memperkuat wawasan kebangsaan yang multikultural yang nantinya akan berdampak pada jalannya pemilu yang damai.

“Wawasan kebangsaan kita yang akhir-akhir ini mulai luntur dengan faham fundamentalisme yang sebagian anak muda sudah terjerat, perlu lagi digalakkan pemahaman kebangsaan kita yang benar dan multikultural, sehingga tidak ada politisasi agama atau membawa agama untuk mengadu domba dalam Pemilu 2019 mendatang”.

“Indonesia adalah negara demokrasi. Meskipun berbeda-beda dalam suatu dukungan tapi harus tetap mempunyai cita-cita nasionalisme yang tinggi untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih bermartabat,” tambahnya.

Terakhir, Siti Ghoniyah perwakilan dari KPU D.I.Yogyakarta megajak semua yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk sama-sama menggunakan hak suaranya dengan baik di Pemilu 2019 nanti.

“Mari semua yang hadir, baik dari pemuda dan mahasiswa untuk sama-sama menciptakan Pemilu yang damai, pemilu yang berintegritas dan terbebas dari isu sara dan kabar hoax,” pungkasnya. (Keyna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here