Praktik Impor Garam Masih Terjadi, Aliansi Mahasiwa Madura (AMM) Desak DPRD Jatim

Praktik Impor Garam Masih Terjadi, Aliansi Mahasiwa Madura (AMM) Desak DPRD Jatim
Puluhan Aliansi Mahasiswa Madura sedang melakukan aksi di depan Kantor DPRD Jatim pada, Rabu (9/5). Foto;gharba.com/doc.Zubairi

JATIM, Gharba.com – Inilah alasan utama Indonesia impor garam, disamping alasan produksi garam Nasional belum memenuhi standar kualitas industri. Namun sulit dinalar jika dalam regulasi impor dibedakan Garam Industri dan Garam Konsumsi, jika faktanya di Pasar Dunia tidak ada pembedaan itu, KKP dengan program geomembrane-nya bisa memproduksi 125 MT/Ha dengan kualitas minimal 96% dan sudah ada pabrikan yang dapat memproduksi garam dengan kualitas NaCl 99%.

Sementara itu, kebutuhan garam Nasional mencapai 4,2 juta MT, dan di tahun 2017 pencapain garam berada pada 436.929,95 MT dari produksi Nasional 2,1 juta MT.

Dalam hal ini, Industri CAP (clor alkali plant) membutuhkan garam kualitas diatas 96%, namun sulit dinalar, jika Aneka Pangan, Penyamakan Kulit dan Pengasinan Ikan digolongkan dalam garam industri, ungkap kordinator lapangan dalam Aksi Aliansi Mahasiswa Madura (AMM), Mashud di depan Kantor DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura Jaya, Nomor 1 Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 9/5/2018.

Pihaknya  menganggap, bahwa kejadian itu merupakan penyelundupan kepentingan dalam sebuah regulasi.

”Betapa tidak, harga US $ 25-30/MT bisa dijual Rp. 2.000,-/kg,” imbuh Mashud.

Akan tetapi, permainan regulasi itu sulit kami jangkau. Tetapi yang jelas-jelas dan sudah terbukti saja belum ditegakakkan, Misalnya saja yang pernah Presiden Jokowi lakukan di tahun 2015.

Beberapa aparat kepolisian sedang berjaga di belakang para demonstran

Dengan melakukan sidak di Tanjung Perak dan terbukti telah terjadi OTT terkait kasus penyuapan pada September 2015 lalu. Dalam faktanya, Direktur dari PT. Garindo Sejahtera Abadi, Lucia K. tertangkap basah menyuap Dirjen Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan.

Maka dengan demikian, Lucia K. dan Partogi masing-masing diganjar hukuman penjara dalam Perkara di Pengadilan Jakarta Pusat Nomor : 160 /Pid.SUS/TPK/2015/PN.Jkt.Pst tgl. 11 April 2016. Namun Lucia K. tetap aman, PT. Garindo makin jaya, terbukti di tahun 2016 dan 2017 PT. Garindo malah diberi kuota impor yang melimpah.

“Sesuai hasil sidak DPRD JATIM ditemukan timbunan garam impor sebanyak 116.000 MT yang ada di Gudang milik PT, Garindo Gresik”.

Begitu pula kabar yang dilansir TIRTO.COM ada hubungan erat antara PT. GARINDO dengan PT. MTS. Karena jika ditelisik pemegang sahamnya, baik Garindo maupun MTS, pemilik utama sahamnya adalah keluarga Agus Mulyono, dengan pembagian saham yang cukup cerdik, pungkasnya

Oeleh karenanya, “para mahasiswa tidak sepakat dengan adanya pembiaran taktik ganti baju tapi pemain sama yang sedang dilancarkan ini. Sehingga kami menuntut dengan tegas DPRD Jatim untuk memberikan interpelasi kepada pemerintah,” kata Mashud.

Meminta DPRD Jatim untuk mengawasi impor garam industri tidak merembes untuk kebutuhan konsumsi. Dan Kembalikan Regulasi Impor Garam seperti semula, dengan mewajibkan importer garam untuk membeli garam lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here