PR Jokowi di Pilpres 2019, Penegakan Hukum Harus Benar-Benar Ditegakkan

PR Jokowi di Pilpres 2019, Penegakan Hukum Harus Benar-Benar Ditegakkan

Gharba.com – Memasuki musim kampanye Pilpres 2019, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widod-Ma’ruf Amin menekankan visi dan misinya pada ekonomi berdaulat. Visi yang dalam rinciannya bertujuan pada terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

visi-misi Jokowi pada Pilpres 2019 ini tidak jauh beda dengan visi-misi yang diusung Jokowi pada saat maju menjadi calon presiden pada tahun 2014 lalu. Hal itu juga menarasikan sebagai Nawacita jilid II yang mengandung sembilan poin inti yang disebut-sebut sebagai penunjang atas Nawacita pertama.

saja salah satu poin Nawacita jilid II yang menjadi sentral pembahasan adalah misi penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya. Poin tersebut untuk menjawab kekurangan dalam beberapa tahun ini Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Karena sejumlah permasalahan hukum pada pemerintahan Jokowi masih sangat rentan terjadi penyimpangan, seperti kasus korupsi yang semakin merajalela sampai ada istilah korupsi berjemaah, tidak cukup di situ, tindakan persekusi terhadap kaum minoritas, hingga pada kasus penyiraman air keras pada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sampai hari ini masih menjadi PR bagi Jokowi.

tahun 2014 lalu, permasalahan hukum memang sempat disinggung dalam visi-misi Jokowi, tapi pada perakteknya persoalan hukum pada masa kepemimpinan Jokowi masih di nilah lemah. Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, keberhasilan Jokowi pada Pilpres 2019 akan benyak dipengaruhi oleh kasus-kasus hukum di periode pertama kepemimpinannya.

tidak diungkap ini akan jadi hal negatif dan merugikan Pak Jokowi sebagai Incumbent,” terang Ujang

Ujang memberi contoh pada kasus Novel yang tak kunjung ada titik terangnya dalam kuasa hukum, bahkan Ujang menambahkan kasus Novel juga akan menunjang elektabilitas Jokowi kalau dalam waktu dekat-dekat ini bisa mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras ke muka Novel. Tapi juga sebaliknya jika hal itu tetap mengambang maka elektabilitas Jokowi di mata publik akan menurun.

Prestasi Jokowi

Ujang sebagai akademisi dan pengamat politik juga tidak timpang sebelah dalam melihat dan mengkritisi kepemimpinan Jokowi. Dalam satu preode memimpin Jokowi telah memberi kerja nyata pada publik lewat sektor infrastruktur. Ujang mengakui bahwa dalam pemerintahan Jokowi pembangunan yang merata mulai terlihat sejak masa awal kepemimpinannya.

Maka tak heran jika pembangunan juga masuk dalam bagian visi-misi Jokowi di Pilpres 2019. Jokowi terus mengenjot pembangunan infrastuktur di sejumlah daerah di Indonesia dengan harapan pembangunan infrastruktur ini dapat membuka akses ke masyarakat sehingga mampu mewujudkan pemerataan ekonomi dan pendidikan dengan baik. (An)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here