Pesan Keislaman dan Kebangsaan di Halaqoh Pesantren Badridduja yang Ke-53

Pesan Keislaman dan Kebangsaan di Halaqoh Pesantren Badridduja yang Ke-53
(Foto:gharba.com/dok.Cipto)

Gharba.com, Probolinggo – Dalam rangka Haul dan Harlah ke-53, Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan, Probolinggo Sabtu, (16/3). KH. Tauhidullah Badri selaku pengasuh sangat mereapon positif akan kegiatan itu.

Dalam halaqoh kali ini mengangkat tema, “Membedah Pemikiran dan Kiprah KH Badri Mashduqi”, yang diisi langsung oleh putranya, KH. Tauhidullah Badri.

Pasalnya, beliau menjelaskan kiprah pemikiran KH Badri dalam kontek masyarakat semasa hidupnya. “KH Badri mempunyai pemikiran yang sangat bagus pada saat itu. Dan masyarakat menerimanya, maka dari itu kita harus banyak meniru pemikiran-pemikiran beliau sewaktu hidupnya,” tuturnya.

Di samping itu, dengan dilaksanakannya halaqoh ini, berharap muncul Badri-badri baru yang giat dan tegas dalam memperjuangkan nilai keislaman dan kebangsaan,

Kiai Musthofa selaku putra pertama Kiai Bisa menyebut seluruh peserta yang hadir dengan panggilan “Putra-putra ideologi KH. Badri Mashduqi”.

Sebelumnya, segenap alumni yang hadir dalam acara Holaqoh ini sangat mendukung dengan adanya acara tersebut. Itu acara yang sangat bagus demi tercapainya tali persaudaraan antar alumni dan santri pondok pesantren.

“Dengan adanya acara halaqoh ini, masyarakat, khususnya alumni dan segenap keluarga besar Badridduja mengetahui bagaimana sosok pemikiran kiai Badri Mashduqi lebih-lebih terkait pentingnya pengetahuan,” ujarnya salah satu alumni pesatren, Sucipto.

Bahkan, meski acara halaqoh sudah dimulai, namun KH Muhyiddin Muqoddam, dari Tarekat Tijani Semarang, akan datang sekitar 15 orang,” kata Ustadz Zainuddin usai ditemui setelah acara selesai.

“Alasan beliau akan menghadiri hanya sederhana, saya rindu dengan Alm. KH Badri Mashduqi, saya sering didatangi oleh Almaghfurlah dalam mimpinya,” imbuh Ust. Zainuddin, meneruskan perkataan KH Muhyiddin.

Adapun segenap keluarga Bani Badri yang hadir diantaranya: kiai Musthofa Badri, kiai Jaiz Badri, kiai Tauhidullah Badri, kiai Muzayyan Badri dan para menantunya, KH. Romli pengasuh “Ulil Albab” dan KH. Muhlisin pengasuh “Mashduqiyah”.(RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here