Mengenal Lebih Dekat Sosok yang Sederhana Dari Iswandi, SP

Mengenal Lebih Dekat Sosok yang Sederhana Dari Iswandi, SP
(Foto Iswandi, SP. dok.Fir)

Selasa, 10 Juli 1990 adalah awal hari dimana sebuah nasib dipertaruhkan. Di Desa Kemiri, Masamba, Luwu Utara, Iswandi, SP., mengenal kehidupan yang lebih dalam dari perasangka dan lebih luas dari alam raya. Dilahirkan dari pasangan Ali Pasta Pasolo Daeng Sitoto dan Hamidah Kasim, Iswandi atau yang akrab disapa Wandi itu tumbuh berkembang menjadi anak yang berbakti terhadap orang tua.

Keseharian Wandi di masa kecil, memang banyak dihabiskan di desa, bukan karena ia tak mau pindah, melainkan kehidupan yang memaksa dirinya untuk terus merawat desa sebagai tempat berpulang paling damai dan nyaman dalam jiwanya.

Memang sejak duduk di bangku SD pada tahun 1997, Wandi sudah begitu mencintai kehidupan di kampung halamannya yang sangat erat dengan gotong royong, persaudaraan, dan jauh dari kebisingan. Itulah mengapa Wandi selalu ingin merawat dan melestarikan kondisi masyarakat yang damai dan ia sendiri begitu cinta terhadap kearifan di kampung halamannya tersebut. Wandi memiliki cita-cita besar kemudian, ingin terus hidup dan mengejar pendidikan setinggi-tingginya demi tanah yang sudah membesarkan dirinya.

Tidak pelak pada tahun 2009 semangat Wandi dalam menjelajahi ilmu pengetahuan rupanya terus berkobar-kobar. Sehabis menjadi lulusan pertama di SMAN 2 Masamba, Wandi kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY). Dan disanalah Wandi menjadi pemuda yang betul-betul ingin mengabdi terhadap tanah air tercinta, terutama kampungnya sendiri. Namun hal itu tidak lantas membuatnya merasa tinggi hati, akan tetapi ia betul-betul membuktikan dirinya sebagai anak yang berbakti terhadap bangsa dan negara.

Perkelanaan Wandi di kota rantau Yogyakarta 2009, menjadi pengalaman baru baginya meski berpisah dengan orang tua, bukan lah satu-satunya alasan untuk tidak bisa menjadi lebih baik, akan tetapi sebaliknya Wandi lebih aktif, progresif dan lebih visioner dalam berfikir dan bertindak. Karena bagi Wandi, perjuangan hidup yang sesungguhnya adalah ketika segala yang kita cinta hendak hilang dari hadapan mata, pada titik itulah nasib dan takdir akan benar-benar dipertaruhkan.

Sebagai anak desa, Wandi bukanlah satu-satunya nama yang hadir dan berpapasan dengan wajah-wajah kota. Asing baginya bukan suatu tantangan, melainkan harapan baru dalam menjalani hidup. Pada tahun 2013-2014, Wandi akhirnya berhasil membuktikan diri menjadi Ketua BEM Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta yang sekaligus menjadi bukti dari representasi anak muda desa di ruang kampus tersebut.

Selain itu, Wandi juga aktif di kelompok studi pertanian (Losta) dan pernah menjabat sebagai pimpinan dari 2014-2015. Di samping menjadi mahasiswa, ingatan tentang desa rupanya masih melekat di dalam diri Wandi. Baginya mengabdi kepada masyarakat adalah tugas mahasiswa. Buktinya Wandi berhasil melakukan itu dengan menjadi Pelopor Desa Binaan Menuju Desa Wisata Dusun Sriwidari Ngetos, Magelang, Jawa Tengah 2013-2014.

Semua itu Wandi lakukan sebagai bentuk tanggung jawab bagi dirinya. Hingga akhirnya, tahun 2015 Wandi resmi dinobatkan sebagai Sarjana Setrata Satu (S1) dalam bidang pertanian UPN ‘Veteran’ Yogyakarta.

Bahkan sehabis lulus dari kampus, pengabdian hidup Wandi di masyarakat tetap berlanjut. pada tahun 2016 ia menjabat sebagai sekjen dalam lembaga survei LSI dan JIP wilayah Jateng dan DIY, tahun berikutnya Wandi menjadi Pendamping Fasilitator Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (BEDAH RUMAH). Semua itu ia lakukan atas dasar cinta terhadap masyarakat.

Tahun-tahun berikutnya, Wandi lebih aktif di lembaga sosial kemasyarakatn seperti Losta Institut, LSI, dan JIP. Jabatan paling lama yang Wandi emban adalah Asisten Kordinator Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah di Lembaga Losta Institute Tahun 2012-2016.

Prestasi itu ia peroleh dari kerja keras. Tidak berhenti di situ, segudang pengalaman yang ia timba di tanah rantau pun juga ia tularkan di tanah kelahirannya melalui pelatihan-pelatihan di lemba-lembaga pemerintahan di tanah kelahirannya. Wandi berkali-kali diundang oleh lembaga pemerintah Kab. Luwu Utara untuk membina masyarakat Masamba dan daerah lainnya.

Hal itu dapat ditelusuri sejak tahun 2017 ketika Wandi diundang menjadi narasumber di Dinas BKP3 Kab. Luwu Utara dalam hal menangani masalah daerah rawan pangan di Kab. Luwu Utara melalui sistem vertikultur pertanian yang diselenggarakan di wilayah Kec. Masamba, Malangke Barat, Malangke dan Baebunta pada tahun 2017.
Di tahun yang sama Wandi juga pernah menjadi narasumber di Dinas BKP3 Kab. Luwu Utara dalam rangka pemanfaatan pola pekarangan dengan sistem hidroponik bersama warga di Kec. Masamba.

Pernah juga memberi pelatihan di Dinas BKP3 Kab. Luwu Utara tentang hidroponik terhadap para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Se Kabupaten Luwu Utara.

Terakhir pada tahun 2018 lalu, Wandi menjadi narasumber dalam kegiatan Pameran dan Dialog Industri-Generasi Milenial Tana Luwu Dengan Nilai Kearifan Lokal (Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Luwu Yang Ke-750 Dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu 72 Kepada Siswa/Siswi SMK Se Kabupaten Luwu Utara yang di laksanakan oleh PT. Mars dan Swiss Contact.

Begitulah biografi singkat seorang pemuda desa sederhana Iwandi, SP. Jangan pernah mengatakan ia atau tidak sebelum kau tahu siapa dirimu, karena hidup yang tak dipertaruhkan tak kan pernah dimenangkan, begitulah kira-kira moto dari sosok pemuda desa yang cukup sederhana, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here