Ma’ruf Amin; Saya Hanya Bertamu Bukan Urusan Politik

Ma’ruf Amin; Saya Hanya Bertamu Bukan Urusan Politik
Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin disambut meriah oleh masyarakat Sumatera. (Foto: Gharba.com/doc.net)

Gharba.com, Sumatera – Calon Wakil Presiden nomor Urut 01, Ma’ruf Amin berkunjung ke Rumah Dinas (Rumdis) Wali Kota Padang Panjang, Kamis (7/2). Sebelumnya, Kh Ma’ruf Amien pergi kesebuah Pondok pesantren di daearah Sumatera Barat (Sumbar). Akan Tetapi kedatangan Kh Ma’ruf Amin kerumah Rumdis tersebut mendapat kritikan pedas oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Menurutnya, Rumdis adalah milik negara. Sehingga tidak boleh digunakan untuk kepentingan kampanye. “Saya minta kepada pihak Bawaslu Sumbar mengusut ini,” tegas Andre Rosiade.

Sementara itu, Kh Ma’ruf Amin hanya santai saja dengan kritikan yang dilakukan oleh BPN Prabowo-Sandiaga. Kritikan itu hanya di ambil oleh Ma’ruf Amin. Menurutnya, tidak ada larangan bagi seorang pejabat (Wali Kota) untuk menerima tamu.

“Masa terima tamu nggak boleh. Orang terima tamu itu gimana. Orang Indonesia, apapun namanya,” kata Kyai Ma’ruf Amin usai bedah buku bertajuk ‘keadilan, keutamaan, dan kedaulatan’ The Maruf Amin Way di Aula Hotel Inna Muara Padang, Jum’at (8/2).

Tidak ada larangan bagi siapa saja yang mempunyai niat untuk bersilaturrahim dengan seseorang. Apa lagi sebagai kepala daerah Padang Panjang Fadly Amran. Seharusnya pintu selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin bersilaturrahim kerumahnya, seperti halnya Ma’ruf Amin yang mampir kerumahnya.

“Saya seorang kyai. Datang kemudian bertemu dan diterima. Kemudian dia juga seorang pejabat tentu berpihak kepada semua,” kata Kh Ma’ruf Amin.

Tidak ada larangan bagi segenap orang untuk bersilaturahmi dengan siapa saja. Akan tetapi pejabat daerah maupun pejabat pusat harus netral dalam kontestasi politik kali ini. Karena demi menjaga kestabilan negara dan daerah. (RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here