Kelompok Studi Pertanian LOSTA UPNV Yogyakarta, Usulkan Lembaga Penunjang Pangan Demi Kemajuan Pangan Indonesia

Kelompok Studi Pertanian LOSTA UPNV Yogyakarta, Usulkan Lembaga Penunjang Pangan Demi Kemajuan Pangan Indonesia
Serah terima Piagam penghargaan kepada salah satu pemateri. (Foto: Gharba.com/doc/Eka)

Gharba.com – Dalam Lembaga Negara Indonesia, sudah banyak lembaga penunjang yang membendung semua urusan yang di alami oleh kalangan masyarakat seperti halnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). itu artinya masyarakat sudah bisa hidup dengan tentram kalau lembaga negara sudah bisa mengatasi persoalan-persoalan yang seperti itu.

Namun, kalau untuk urusan pangan, lembaga negara penunjang belum didirikan  sampai saat ini, padahal payung hukumnya sudah jelas ada di Undang-undang No.18 Tahun 2012 tentang Pangan. artinya kalau lembaga negara penunjang tidak bisa mendirikan pangan, berarti Pemerintah Pusat telah gagal.

Dalam hal itu, Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Universitas Pembagunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) mengadakan acara seminar nasional yang bertajuk “Dampak Konfrensi Lahan Pertanian Terhadap Kedaulatan Pangan Nasional”. dalam acara tersebut, Mahasiswa hanya ingin menyadarkan pemerintah untuk memperhatikan pangan. karena itu merupakan kebutuhan bagi rakyat Indonesia.

Adapun Kelompok Studi Pertanian LOSTA, ingin menyampaikan aspirasi berupa naskah akademik hasil dari yang dilakukan setiap minggu, di bulan Oktober. dalam kajian tersebut membuat kesimpulan bahwa untuk mencapai kedaulatan pangan harus dibentuk lembaga Independensi sesuai dengan Undang-undang No.18 Tahun 2012 tentang panggan.

Drs. H.M. Idham Samawi selaku Anggota komisi DPR-RI mengatakan, bahwa “Saya siap menampung semua aspirasi Kelompok Studi Pertanian LOSTA dan akan membawa naskah itu ke Komisi IV DPR-RI,” teganya, saat di temui oleh wartawan Gharba.com, di Aula Kampus UPNVY pada, (3/10/2018).

“Jagan biarkan petani terus menagis di negeri agraris dan kedaulatan pangan hanya menjadi angan. jagan anggap pangan seakan hanya permaianan, karena jika rakyat lapar, negara bisa bubar,” pungkasnya. (Fr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here