Kampanye 2019; Probolinggo Cacat Administrasi, Ini Tanggapan Bawaslu

Kampanye 2019; Probolinggo Cacat Administrasi, Ini Tanggapan Bawaslu
(Ilustrasi ghaba.com/doc/net)

Gharba.com – Bangsa Indonesia telah menghadapi kampanye serentak yang di lakukan oleh kontestan politik 2019. Kampanye itu  di lakukan oleh bakal calon pemilihan legislative dan calon pemilihan presiden mendatang. Berharap semua itu berjalan dengan damai dan lancer, tanpaada masalah apapun.

Akan tetapi dua pekan berjalannya kampanye yang di lakukan oleh Pileg dan Pilpres sudah tidak tidak mulus. Seperti  halnya yang di lakukan oleh Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sudah banyak kecacatan masalah administratif.

(beberapa jajaran pengawas bawaslu probolinggo. ilustrasi gharba.com/doc/net)

Pelanggaran itu bukan hanya satu yang di langgar, melainkan sudah sampai lima kasus pelanggaranyang di lakukan oleh kontestan politik 2019. Itu sudah tidak benar secara administrasi, bangaimana mau menjadi seorang pemimpin kalau urusan yang sederhana saja sudah tidak becus apalagi mau menjadi  seorang pemimapin.

Pelanggaran yang di lakukan oleh kontestan tersebut berupa surat pemberitahuan kampanye kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Seharusnya satu hari sebelum kampanye sudah harus ada surat yang sudah masuk pada Bawaslu setempat, bukan malah mengindahkan aturan tersebut.

Fathu Qorib Komisioner Bawaslu Devisi Hukum Data dan Informasimengatakan bahwa siapapun yang ingin berkampanye harus membuat izin terlebih dahulu kepada bawaslu, agar kampanye bisa nyaman dan damai.

“Kalau tidak mengindahkan aturan yang sudah di tetapkan oleh Bawaslu, maka jagan sampek menyalahkan tim pengawas pemilu. Itu semua buat kita, agar jalannya proses kampanye bisa di lakukan tampa adanya kecurangan”, ujarnya.

Fathul dengan tengas memberikan imbauan kepada segenap partai politik untuk para calon legislatif untuk mensosialisasikan aturan tersebut. Agar segenap calon legislatif bisa tau.

Belajar mematuhi administrasi dari sejak awal, agar kedepan bisa mengetahui bangaimana cara untuk membuat aturan, yang sesuai dengan ketetapan dari pusat. Itu halyang urgen dalam sebuah pemimpin. Pungkasnya. (Keyna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here