ISRC Lakukan Audensi, Wabub Sumenep: Lembaga Penelitian Milenial Pertama di Sumenep

ISRC Lakukan Audensi, Wabub Sumenep: Lembaga Penelitian Milenial Pertama di Sumenep
Jajaran praktisi ISRC saat berpose bareng dengan Wakil Bupati Achmad Fauzi, S.H (tengah) bersama Ibu Rianita (satu dari kiri) usai audiensi selesai (doc.gharba.com)

Gharba.com – Sumenep. Indonesian Study and Research Center (ISRC) gelar audiensi dengan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, S.H. pada Senin (4/02) kemarin di Kantor Bupati Sumenep. Ikut mendampingi audiensi tersebut, Bappeda Sumenep, Ibu Rianita.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama ISRC, Shohebul Umam menyampaikan bahwa lembaga ini akan terfokus kepada kajian dan penelitian yang bergerak di dalam sektor pengembangan masyarakat, inovasi pendidikan, ekonomi, budaya dan strategi kebijakan.

Lebih lanjut, Umam menyampaikan kalau lembaga penelitian ini diproyeksikan sebagai langkah untuk membantu lembaga pemerintahan dan semua institusi yang memiliki otoritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam semua sektor.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati di sela kesibukannya menyempatkan bertemu dengan jajaran praktisi ISRC. “Kami tentu saja mensosialisasikan program dan tujuan sekaligus latar belakang lembaga riset ini. Sekaligus memohon dukungan dan doa restu kepada Wakil Bupati agar ISRC bisa ikut berkiprah dalam pembangunan dan sosial kemasyarakatan di Sumenep,” jelas Shohebul Umam.

Kesejahteraan Masyarakat Sumenep

Ada banyak riset atau lembaga penelitian yang tidak objektif. Hal itu diungkakan oleh Achmad Fauzi, selaku Wakil Bupati yang merasa keberatan dengan hasil riset dari lembaga riset yang justru tidak memahami kultur dan pola sosial masyarakat Sumenep, sehingga hasil riset mereka justru tidak tepat sasaran.

“Riset-riset yang dilakukan oleh lembaga riset yang ada, yang memang kebanyakan datang dari luar Sumenep, justru tidak objektif. Contoh misalkan, ingin mengetahui angka kemiskinan di Sumenep, mereka menyimpulkan hasil riset mereka kepada pendapatan mereka setiap harinya. Tentu kalau ditanya soal uang, kebanyakan masyarakat Sumenep akan menjawab tidak punya. Padahal sapinya banyak,” ungkap Fauzi.

Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Ibu Rianta mengatakan kalau lembaga riset yang ada, kebanyakan melakukan riset pada awal tahun, bertepatan dengan APBD belum berjalan.

“Riset-riset yang ada kebanyakan dilakukan di awal tahun, pada saat APBD belum berjalan atau direalisasikan ke daerah-daerah. Sehingga mereka menemukan fakta yang berbeda dengan setelah APBD itu direalisasikan oleh pemerintah,” jelas Ibu Rianita.

Maka dari itu, kata Umam melalui Indonesian Study and Research Center (ISRC) berusaha merevitalisasi peran dan kerja-kerja riset yang ada agar pengembangan masyarakat, inovasi pendidikan, ekonomi, budaya dan strategi kebijakan dapat betul-betul dirasakan oleh masyarakat Sumenep.

“Riset tidak akan menuai hasil maksimal jika tidak bisa ditranformasikan dalam kebijakan kongkret. Dari riset yang paling penting adalah implimentasinya, praktis, nyata dan punya dampak strategis untuk masa depan Sumenep,” jelas Umam.

Melalui pemaparan itulah, Wakil Bupati, Fauzi sangat apresiatif dan mendukung penuh atas inisiatif yang notaben-nya penggasanya anak muda ini untuk selalu berada di barisan terdepan dalam perubahan Sumenep lebih maju. (Enol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here