FENOMENA JALAN TOL

FENOMENA JALAN TOL
(Ilustrasi foto: Gharba.com/doc.net)

Muhamad Kundarto
(Ketua Pusat Studi Lahan LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta)

Jalan tol dimaknai sebagai jalan bebas hambatan, dengan asumsi bahwa jalannya lebih lebar, bebas, anti macet dan tentunya dapat mempercepat perjalanan. Kecuali saat di loket (pintu tol) dan melepas lelah di tempat peristirahatan (rest area).

Akan tetapi  jalan tol kadangkala akan mengalami perlambatan ketika membelah kawasan kota yang padat, apalagi saat fenomena mudik atau libur panjang, dan kejadian kecelakaan. Oleh karena itu, berikut ini beberapa hal menarik terkait fenomena jalan tol.

JALAN KHUSUS

Jalan tol bukan jalan umum, tapi bersifat khusus, karena tidak semua kendaraan boleh masuk dan yang melewatinya wajib bayar. Jadi, jalan tol seperti mekanisme bisnis atau perdagangan dalam bidang jasa pelayanan transportasi.

Pengelola atau pemilik jalan tol adalah perusahaan, baik milik negara (BUMN) maupun kerjasama dengan swasta. Setiap ruas terbagi dalam kepemilikan yang berbeda, ditandai dengan loket dan tarif yang berbeda pula.

TARIF TOL

Tarif Tol lama umumnya murah, jauh lebih murah dari besarnya ongkos untuk membeli BBM pada jarak tempuhnya di ruas tersebut. Namun tarif Tol yang baru, bisa melebihi besarnya ongkos untuk beli BBM-nya. Maka menggunakan jalan tol perlu kebijaksanaan dan mengukur kemampuan diri untuk tujuan apa.

Jika untuk harian dan pengiriman barang, sebaiknya ada kalkulasi yang jelas dibandingkan jika tidak lewat jalan tol. Jangan sampai malah nombok gara-gara lewat jalan tol.

Jika untuk keperluan khusus, seperti mudik, ngejar waktu, ingin cepat dan tersedia ongkos yang cukup, maka memilih lewat jalan tol dianggap lebih baik.

KARYA SIAPA

Kita perlu tahu sejak kapan jalan tol itu dirintis, direncanakan, dilaksanakan bertahap, sampai finalnya. Biasanya yang merintis awal tidak begitu dikenal, akantetapi yang meresmikan (final) akan diketahui publik.

Perencanaan tentu dilakukan oleh pemerintah dari dulu sampai sekarang. Namun pelaksananya bisa dikerjakan pemerintah sendiri atau kerjasama dengan investor (swasta). Di lapangan pun ada pemborong dari tingkat atas sampai kelas buruh lapangan.

DAMPAK POSITIF

Jalan tol mampu mengurai kemacetan dan mempercepat perjalanan. Sehingga banyak urusan yang melalui jalur darat dapat mudah dijangkau melalui tol, baik lintas kota maupun lintas provinsi.

Jalan tol memberikan harapan baru untuk pengembangan ekonomi pada jalur yang dilalui, khususnya pada titik-titik exit tol. Pemerintah setempat tinggal melanjutkan akses jalan menuju ke pusat destinasi seperti wisata, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dll.

Terbuka peluang untuk pemasaran produk lokal pada semua rest area, walaupun biasanya terkendala oleh sewa outlet yang relatif mahal. Maka dibutuhkan kebijaksanaan pengelola tol dalam memberikan kontribusi peningkatan ekonomi lokal.

DAMPAK NEGATIF

Pembebasan lahan selebar 30 meteran dan sepanjang ratusan kilometer untuk jalan tol membuat banyak penggunaan lahan sebelumnya yang beralihfungsi, seperti pertanian, permukiman, hutan, dll.

Kawasan pertanian pangan yang hilang dan terputusnya jaringan irigasi akan mengancam atau minimal mengurangi ketersediaan pangan.

Terpisahnya wilayah administrasi yang tidak ada jalan penghubung akan berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Kawasan di sepanjang jalan reguler yang mendadak sepi karena banyak pengguna jalan memilih jalan tol, akan berdampak pada perekonomian setempat, seperti perhotelan, rumah makan, toko, dll.

Pembuatan jalan tol dengan cara mengurukan dan peninggian tanah akan membutuhkan tanah urug dari kawasan perbukitan setempat, yang membutuhkan perhatian pasca tambang berupa reklamasi (revegetasi). Penimbunan badan jalan tol yang tegak lurus arah lereng juga berpotensi menimbulkan genangan sampai banjir.

Setiap pembangunan menimbulkan dampak positif dan negatif. Bagaimana kita selanjutnya bersikap arif dan bijaksana dalam mengembangkan dampak positif dan menanggulangi dampak negatifnya.

Yogyakarta, 5 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here