Dilaporkan Ke Bawaslu, Ma’ruf Amin: Apa Salah Saya?

Dilaporkan Ke Bawaslu, Ma'ruf Amin: Apa Salah Saya?

Gharba.com – Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 01,┬áMa’ruf Amin┬ámenilai laporan atas dirinya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak berdasar dan tak tepat.

“Apa salah saya? Kalau saya diam saja kenapa, karena menurut saya itu bukan sesuatu hal yang melanggar,” ujar Ma’ruf, Jumat (22/3).

Ma’ruf sebelumnya dilaporkan Tim Advokat Peduli Pemilu ke Bawaslu lantaran dianggap membiarkan penyebaran hoaks di sebuah acara pengajian yang dihadirinya.

Koordinator Advokat, Papang Sapari mengatakan, Ma’ruf sebagai kiai semestinya bertindak bijak dalam menyikapi ceramah itu. Namun, Ma’ruf dianggap melakukan tindakan pembiaran.

Melalui video yang menampilkan acara pengajian yang dihadiri oleh Ma’ruf. Pada acara itu, salah seorang penceramah menyebut NU akan menjadi fosil jika Jokowi-Ma’ruf kalah.

Dari jejak digital itulah kemudian Tim Advokasi Peduli Pemilu melaporkan tindakan Ma’ruf yang membiarkan penceramah menyebarkan hoaks dalam dakwahnya.

Ma’ruf menilai pelaporan dirinya itu tak tepat karena pernyataan si penceramah bukan suatu bentuk ajakan. 

“Menurut saya ya itu tidak tepat kalau dianggap melanggar kan bukan di tempat terbuka, belum mengajak orang,” jelasnya. 

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menuturkan, pernyataan yang disampaikan si penceramah merupakan hal wajar yang dilakukan dalam suatu pertemuan. Terlebih pertemuan itu digelar internal di dalam rumah. 

“Itu pertemuan di internal. Di dalam rumah kan itu bukan di luar, pertemuannya sesama kiai, nah kiai ketika masing-masing menyambut itu karena saling memberikan warning. Jangan sampai terjadi ini,” ucapnya.

Ia meminta agar persoalan politik dalam pilpres tak sampai merusak paham Islam apalagi menimbulkan sikap intoleran.

“Jadi itu semacam antisipasi, bukan menceritakan kebohongan tapi sesuatu ke depan,” tegasnya.(Pun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here