Antara Ilmu Pengetahuan dan Nilai, Apa yang Lebih Urgen?

Antara Ilmu Pengetahuan dan Nilai, Apa yang Lebih Urgen?
(Ilustrasi foto by: gharba.com/dok.net)

Oleh:Cipto 23
(Aktivis dan Kolumnis Lepas Tapal Kuda)

“Ilmu tanpa agama akan pincang
Agama tanpa pengetahuan akan buta”
_Albert Einstein_

Banyak kalangan masyarakat manyakini, terutama kalangan pendidik yang menganggap bahwa ilmu pengetahuan adalah segala-galanya. Sejarah telah mencatat dengan tinta emasnya bahwa,  perubahan yang besar dimulai dari ilmu pengetahuan tanpa itu, maka hanya akan ada ilusi saja.

Negara Inggris mulanya hanyalah negara kecil yang tak memiliki pengaruh apa-apa, sebelum akahirnya menjadi negara yang diatas angin berkat pengetahuannya. Revolusi indrustri yang dimulai pada abad ke-18 M, dapat mempengaruhi tatanan masyarakat dunia, baik secara sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan adanya industri ini, yang kebetulan negara Inggris adalah pusat revolusi itu, akhirnya menjadi negara yang harus diperhitungkan oleh dunia.
Ini menjadi salah satu bukti bahwa ilmu pengetahuan sangatlah penting dalam perkembangan dan kemajuan suatu kelompok atau induvidu seorang, karena memang pada dasar pengetahuan sebagai sarana untuk mempermudah manusia dalam segala hal sehingga menciptakan perubahan, baik sekala kecil maupun skala besar.

Lalu kenapa, masyarakat dunia yang telah banyak menguasahi pengetahuan tidak mampu menciptakan perubahan yang bisa diterima oleh khalayak umum, malah terkadang ilmu pengetahuan menjadi ancaman terhadap kelompok lain atau induvidu seorang? Apa yang salah dengan ilmu pengetahuan?.

Dalam kajian filsafat, pengetahuan harus tunduk terhadap nilai-nilai, khususnya nilai kemanusian. Sebab tanpa dibatasi oleh nilai, pengetahuan akan menjadi ancaman terhadap manusia sendiri bukan lagi menjadi sarana dalam kemaslahatan manusia sendiri. Jika ilmu pengetahuan untuk pengetahuan itu sendiri, maka seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan akan sebebas-sebebasnya dalam berpindah untuk kemajuan ilmu pengetahuannya sendiri.

Seorang ilmuan besar Albet Einstein yang menciptakan pengetahuan baru yang berupa Bom Atom sangat menyesal karena dengan penemuan tersebut Amerika mampu membumi hanguskan manusia di Jepang. Diperkirakan 140.000 jiwa yang menjadi korban penemuan Einstein yang disalah gunakan oleh manusia lainnya. Einstein sangat menyesali atas penemuannya sendiri “Jika saya tahu akan menjadi sedemikian akibatnya, lebih baik saya menjadi tukang reparasi arloji saja,” (Einstein).

Dengan seperti itu sudah dapat dipastikan bahwa ilmu pengetahuan harus selalu bergandengan tangan dengan nilai-nilai kemanusian sehingga dapat menciptkan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan manusia.

Pengetahuan dan nilai harus menjadi satu-kesatuan, agar manusia  yang memilikinya dapat menjadi manusia yang arif dan bijaksana dalam bertindak dan bersikap, sehingga terciptalah manusia yang bisa memanusiakan manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here