Aksi Perusakan Fasilitas Agama di Magelang, Polisi Sebut Alumni Pelatihan Poso

Aksi Perusakan Fasilitas Agama di Magelang, Polisi Sebut Alumni Pelatihan Poso
(Ilustrasi gharba.com/doc/net)

Gharba.com – Perusakan fasilitas agama kembali terjadi di Jawa Tengah, Magelang, kali ini terjadi pada kantor Nahdhliyin Centre, kantor DPC PDIP, dan dua Gereja. NA sebagai pelaku perusakan fasilitas agama diduga pernah mengikuti pelatihan ala meliter di Poso beberapa tahun lalu.

Meskipun sejauh ini, Polisi belum bisa menemukan pelaku dengan suatu jaringan teroris, akan tetapi penyelidikan terus berjalan untuk mengusut tindakan intoleran tersebut.

“Yang terbaru itu, pelaku ternyata alumni pelatihan di Poso tahun 2001. Tapi apakah ada kaitannya dengan kelompok teroris, kita masih mendalami,” ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono di Mapolda Jateng, Semarang, Selasa (30/10).

Aksi perusakan itu di lakukan NA karena dipicu oleh suatu oktum yang melakukan pembakaran bendera tauhid di Garut belum lama ini. Dengan latar belakang tersebut, NA melampiaskan emosinya pada tempat-tempat peribadatan agama. Meskipun NA sendiri tidak mengatasnamakan ormas atau kelompok agama tertentu.

“Hasil penyidik, pelaku bukan dari ormas, atau kelompok agama tertentu. Dia beraksi sendiri karena ikut emosional atas kasus pembakaran bendera di Garut. Padahal kasus tersebut sudah ditangani secara profesional, yang membawa bendera jadi tersangka, yang membakar ya jadi tersangka,” tambah Condro.

Aksi perusakan fasilitas agama ini dilakukan oleh NA pada Jumat (26/10), dan keesokan harinya Sabtu (27/10) NA diringkus aparat Polres Magelang.

Pihak polisi sampai saat ini masih menyelidiki NA atas aksinya tersebut, menelusuri akan adanya aksi serupa dalam kedok pembela agama dan bendera tauhid. (An)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here