Abdul Kadir Karding: Prabowo yang Diduga Bermain Politik Genderuwo

Abdul Kadir Karding: Prabowo yang Diduga Bermain Politik Genderuwo
(Ilustrasi foto: gharba,com/doc/net)

Gharba.com – Dalam permainan politik, pasti semua bakal calon melakukan propaganda kepada masyarakat untuk menaikkan elektabilitas dari bakal calon yang diusung dalam rangka memenangkan di pilpres 2019 mendatang.

Tak heran jika Wakil Ketua Tim kampanye Nasional pasangan Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan terkait Politik Genderuwo yang di maksud oleh Jokowi itu adalah kubu lawan yaitu pasangan Prabowo-Sandi, dalam pertarungan pilpres 2019 mendatang. Akan tetapi dalam dalam permainan politik praktis semua para pendukung pasti bermain.

Abdul Kadir mengatakan yang di maksud oleh pak Jokowi itu adalah mungkin Pak Prabowo, akan tetapi itu untuk segenap orang dari masing-masing pendukung bakal calon presiden 2019. Sudah jelas perkataan Jokowi Terkait politik Genderuwo itu larinya kesitu.

Kadir menjelaskan Prabowo dikatakan sebagai pemain politik Genderuwo karena kerap melakukan propaganda kepada masyarakat atau menakut-nakuti masyarakat, sehingga menghasilkan pesimisme untuk mendukung dari bakal calon presiden 2019. Ketakutan dan kegelisahan itu dapat Menghantui masyarakat terkait isu palsu atau hoax, dan bahkan fitnah.

Pernyataan Jokowi itu bukan hanya terpaku kepada satu oknum saja, akan tetapi menyadarkan semua pihak yang bermain politik Genderuwo (yang menakut-nakuti warga) dengan menyebar isu bohong dan fitnah. Itu penyadaran bukan tudahan ataupun klaim bagi satu oknum melainkan banyak orang.

Bukan hanya Wakil Ketua Tim kampanye nasional pasangan Jokowi-Ma’ruf yang menjelaskan terkait politik Genderuwo itu, akan tetapi Wakil Seketaris TKN Jokowi-Ma’ruf, ┬áRaja Juli Antoni juga merespon pernyataan Jokowi terkait politik Genderuwo, dan mengatakan bahwa pernyataan Jokowi yang gemar menakut-nakuti warga akan memancing elit itu untuk keluar dari sarangnya.

“Siapa mereka yang di sebut dengan politik Genderuwo nanti akan muncul dengan sendirinya lantaran sudah panas. Masyarakat akan melihat langsung wajah-wajah yang main politik Genderuwo,” ujar Antoni.

Maka dari itu, kalau terkait propaganda dalam suatu masyarakat itu sudah merupakan permainan politik dalam masing-masing bakal calon, akan tetapi kalau masyarakat di hantui oleh hal-hal yang berbau fitnah dan ujaran kebencian itu yang seharusnya tidak boleh di lakukan oleh masing-masing pendukung maupun calon. (J.R)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here