700 Hari Kasus Novel, KPK Kritik Kinerja Kepolisian

700 Hari Kasus Novel, KPK Kritik Kinerja Kepolisian
Novel Baswedan yang merupakan korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal setelah sholat subuh. (Foto:gharba.com/dok.net)

Gharba.com, Jakarta – 700 hari setelah penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan belum ada kejelasan tersangka yang ditetapkan oleh Kepolisian.

Koalisi masyarakat sipil dan Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengkritik kinerja Kepolisian dalam menangani kasus Novel Baswedan.

Seakan-akan kasus Novel hanya akan larut pada persoalan administrasi, tanpa ada tindak serius dari kuasa hukum.

“Setelah 700 hari kita peringati kasus penyerangan, belum ada perkembangan signifikan,” kata aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Lola Ester dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Arif Maulana selaku anggota koalisi mengatakan, tim gabungan yang dibentuk Polri pada Januari 2019 lalu belum menunjukkan keberhasilan. Bahkan, belum ada informasi apapun dari Kepolisian mengenai perkembangan penyidikan.

Melihat perkembangan dari pihak kepolisian, Arif dan pihaknya beberapa waktu lalu telah mengirimkan surat kepada Polri. Tim kuasa hukum Novel meminta penjelasan dari Polri mengenai kinerja tim gabungan.

“Kami minta tim gabungan untuk menyampaikan transparansi proses kerja yang mereka lakukan, karena belum ada hasil yang berarti,” terang Arif.

Sampai saat ini, belum ada satupun terduga pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Bukan waktu yang sebentar dari pihak kepolisian untuk mengusut kasus Novel. Di ketahui, wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalankan shalat subuh di masjid dekat kediamannya, pada 11 April 2017 lalu. Hingga lebih dari setahun, kasus tersebut belum juga tuntas.(Pun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here