WANITA DAN KONSPIRASI DUNIA, BENARKAH?

WANITA DAN KONSPIRASI DUNIA, BENARKAH?
(ilustrasi foto by: gharba.com/doc/net)


Oleh: Doni irwansyah

‘Wanita selama ini hanya diam, jika lebih berani dan keluar dari zona nyamannya maka punahlah laki-laki’

Di Indonesia sudah menjadi budaya bahwa wanita ada di belakang laki-laki, pada ranah sejarah masyarakat Indonesia yang selalu memegang erat budaya patriarki yaitu sebuah sistem social yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas politik, otoritas moral, hak social dan penguasaan property. Dalam domain keluarga, sosok ayah adalah otoritas kepemilikan terhadap wanita, anak-anak dan bahkan harta yang pada akhirnya mendatangkan paradigma semacam itu; hak- hak wanita di rampas, hak pendidikan, hak beserikat, dan hak berpendapat.

Seluruh pekerjaan yang berat contohnya pekerja bangunan dan buruh yang menggunakan tenaga akan dilimpahkan pada kaum laki-laki, lalu perkerjaan mudah seperti administrasi, hal-hal yang berkenaan dengan pikiran akan di limpahkan lebih banyak kepada wanita. Yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah wanita akan selalu di bonceng saat memakai kendaraan sepeda motor, setiap antrian akan selalu di prioritaskan pada kaum wanita yang lebih didahulukan, sehingga itu menjadi landasan berpikir bahwa wanita itu lemah.

Namun, manakala ada paham yang menaikan status wanita dalam konteks sosial yang kemudian di sebut Feminisme­­—sebuah gerakan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan dengan laki-laki—paham ini muncul pada tahun 1879 – 1904 yang dipelopori oleh RA Kartini, sampai dengan 2019 gerakan itu masih utuh dan ada. Akan tetapi masih banyak yang belum paham dan tidak tau apa feminisme dan manfaatnya bagi wanita.

Pada fase ini, sebenarnya ada ide gila yang akan mengguncangkan dan membuat dunia tercengang, bahwa wanitia bisa menguasi dunia dengan cara berkumpul atau membuat perkumpulan dalam satu wadah, dan dianalogikan seperti ada sebuah pulau yang di berinama pulau comestik yang hanya di huni wanita dan para laki-laki berkumpul pada sebuah pulau yang bernama bola,  lalu wanita meculik 1 orang laki-laki yang sudah diklasifikasi sehat dan produktif untuk kebutuhan berkembang biak, dan sebaliknya pada laki-laki.

Kalau saja dipikirkan secara logika hasilnya akan seperti ini, jumlah wanita 2000 orang pada pulau comestik, dan jumlah laki-laki 2000 orang pada pulau bola. Dan ketika penculikan terjadi perubahan angka yang akan terjadi yaitu, di pulau comestik 1999 wanita, dan 1 laki-laki, sama seperti pulau comestik, pulau bola terdapat perubahan angka yaitu 1999 laki-laki dan 1 wanita,

Setelah itu dilakukan lah proses berkembang biak dengan hasil pulau comestik 1999 wanita hamil dan di pulau bola hanya 1 wanita hamil, katakanlah hasilnya tanpa gangguan berarti dalam jangka waktu 9 bulan ada 1999 bayi di pulau comestik dan 1 bayi di pulau bola, berubahlah populasi di pulau comestic menjadi 3999 orang dan pulau bola 2001 orang, jika di hitung dalam angka 10 kali hamil maka total populasi pulau comestic adalah 21.990, Sedangkan pulau bola hanya 2010, lalu di lakukan perubahan paham di pulau comestic, walupun laki-laki yang lahir mereka harus tunduk kepada perempuan, dan singkat waktu pulau comestic menyerang pulau bola maka terjajahlah pulau bola dengan mayoritasnya jumlah orang di pulau comestik, lalu terwujudlah wanita menguasai dunia .

Yogyakarta 8 januari 2019


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here