Pembebasan Ba’asyir Terancam Gagal, Begini Penjelasan Wiranto

Pembebasan Ba'asyir Terancam Gagal, Begini Penjelasan Wiranto
Pembebasan terpidana perkara tindak pidana terorisme Ustaz Abu Bakar Ba'asyir melambaikan tangan dari balik jeruji tahanan. (Foto By: Gharba.com/doc.net)


Gharba.com – Kasak-kusuk tentang wacana pembebasan terpidana perkara tindak pidana terorisme Ustaz Abu Bakar Ba’asyir kini masih menajadi tanda tanya, baik dikalangan masyarakat dan pihak keluarga terkait.

Pasalnya, pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan resmi baru tentang wacana pembebasan terpidana perkara tindak pidana terorisme Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur. Hal itu dilakukan guna merespon gugatan pihak keluarga terpidana karena faktor usia yang rentan.

Akan tetapi, sebagaimana dilansir Kompas.com, Senin (21/1/2019) petang, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan, pembebasan Ba’asyir membutuhkan pertimbangan dari sejumlah aspek terlebih dahulu.

“(Pembebasan Ba’asyir) masih perlu dipertimbangkan dari aspek-aspek lainnya. Seperti aspek ideologi Pancasila, NKRI, hukum dan lain sebagainya,” kata Wiranto membaca naskah siaran pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta.

Memang, keluarga Ba’asyir telah mengajukan permintaan pembebasan sejak tahun 2017 lalu. Sejak Ba’asyir yang divonis 15 tahun hukuman penjara sejak 2011 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu, dan kali ini kesehatannya pun semakin memburuk.

“Oleh karena itu, Presiden memerintahkan kepada pejabat terkait untuk segera melakukan kajian secara lebih mendalam dan komprehensif guna merespons permintaan tersebut,” ujar Wiranto.

Penasehat hukum pribadi Jokowi, Yusril Ihza Mahendra, Jumat (18/1/2019) pagi, mendatangi LP Gunung Sindur untuk memberitahukan rencana pembebasan Ba’asyir.

Yusril mengatakan, pembebasan Ba’asyir akan dilakukan secepatnya sambil membereskan urusan administrasi pribadi di Kementerian Hukum dan HAM.

“Setelah bebas nanti, Ba’asyir akan pulang ke Solo dan akan tinggal di rumah anaknya, Abdul Rahim,” ujar Yusril, kala itu.

Pembebasan Ba’asyir itu akan dilakukan secepatnya sambil membereskan urusan administrasi pribadi di Kementerian Hukum dan HAM.

Ba’asyir sendiri meminta waktu setidaknya tiga hari ke depan untuk membereskan barang-barangnya di sel.

Sementara itu, sampai hari Senin, 21 Januari 2019 Dirjen PAS Belum Terima Surat dari Presiden soal Pembebasan Ba’asyir. Hal itu dikatakan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Ditjen Pemasyarakatan Ade Kusmanto.

“Belum ada,” kata Ade saat dikonfirmasi.

Ba’asyir telah menjalani masa hukuman selama 9 tahun penjara dari total hukuman yang seharusnya dijalani 15 tahun. (AN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here